Kereta Api

IMG_2112“The novel begins in a railway station”, cerita Calvino. ‘If on a winter’s night a traveller’.

Ah sebenarnya tidak begitu; kalimat ini adalah pembuka bab kedua. Bab pertama menceritakan tentang kalian, para pembaca. Yang bertemu di toko buku. Seperti aku dan dia, dulu itu. Seperti kamu dan Ludmilla.

Pada sebuah stasiun kereta api, bertemulah banyak orang dengan bagasinya masing-masing. Termasuk bagasi ingatan dan kenangan. Kemudian beberapa naik ke kereta, bahkan gerbong yang sama. Kereta kemudian berangkat. Pada penggal-penggal perjalanan tertentu, ia melaju lebih cepat dari biasanya.

Aku katakan kepadamu, kereta akan melambat lagi, bahkan kemudian berhenti pada satu stasiun yang lain. Aku atau kamu boleh turun. Atau kita tetap melaju dengan si kereta, yang kadang lambat kadang cepat itu. Pilihan lain, kita turun bersama-sama. Kemudian makan es krim di depan Katedral. Tentu kita bisa mampir ke toko buku. Ada toko buku bagus di dekat Petit Sablon.

Malam itu aku bertanya padamu, ‘are we in the same train’?

Heverlee, April 2014, memasuki tahunku yang ketigapuluhempat.

Advertisements